
Dalam
Rapat Umum Pemegang Saham(RUPS) tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa PT Gudang Garam Tbk Kediri, Sabtu (27/6) dijelaskan tahun 2014 laba yang
didapat mencapai Rp 5,395 triliun. Sedangkan pada 2013 laba yang diraih sebesar
Rp 4,3 triliun lebih. Adapun untuk total deviden tunai tutup tahun buku 2014 sebesar
Rp 1.539.270.400,00. Sehingga besar deviden yang diterima masing-masing
pemegang saham sebesar Rp 800 per lembar saham.
Dalam
RUPS juga disampaikan volume produksi rokok di tahun 2014 juga meningkat
sebesar 80.577.000.000 batang sedangkan di tahun 2013 produksi rokok sebesar
76.500.000.000 batang.
Hal
ini disampaikan Heru Budiman salah satu Direksi PT Gudang Garam kepada wartawan
di Hotel Grand Surya. Dikatakannya produksi rokok PT Gudang Garam Tbk meningkat
tajam dibanding tahun sebelumnya.Termasuk juga peningkatan laba yang luar biasa
dan pembagian deviden kepada pemegang saham.
“Adanya
karyawan pensiun dini tak berpengaruh mendalam terhadap produksi rokok PT
Gudang Garam Tbk. Peningkatan ini sebagai bentuk kerja keras kami ke depannya.
Demikian juga adanya besarnya laba karena upaya kami untuk peningkatan
produksi,” jelasnya.
Dijelaskan
dalam RUPS tahunan ini, pihaknya menerima baik laporan direksi mengenai
jalannya usaha perseroan selama tahun buku pada 31 Desember 2014. Menyetujui
dan mengesahkan perhitungan laba rugi untuk tahun buku yang berakhir 31
Desember 2014 dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan dan Publik Sidharta Wijaya
dan rekan.
Selain
itu juga melimpahkan wewenang kepada rapat direksi untuk melaksanakan pembagian
tugas dan wewenang setiap anggota direksi.Melimpahkan wewenang Dewan Komisaris
untuk menetapkan besar dan jenis penghasilan anggota direksi untuk jangka waktu
lima tahun sampai dengan ditutupnya rapat umum pemegang saham tahunan yang ke
lima sejak ditutupnya RUPS tahunan ini.
Rapat
juga menetapkan gaji atau tunjangan kepada anggota Dewan Komisaris untuk jangka
waktu lima tahun atau sampai ditutupnya RUPS tahunan ke lima sejak ditutupnya
RUPS tahunan ini sebagai berikut. Presiden Komisaris maksimum 40 persen dari
gaji dan tunjangan Presiden Direktur. Sedangkan komisaris sebesar maksimum 20
persen dari gaji dan tunjangan Presiden Direktur.
Dalam
rapat tersebut juga memutuskan susunan pengurus diantaranya: Presiden Komisaris
Juni Setiawati Wonowijoyo, Komisaris Lucas Mulia Suharja, Komisaris Independent
Frank Willem Van Geder dan Gotama Hendrasonata.Sedangkan Presiden direktur
Susilo Wonowijoyo,Direktur Heru Budiman,Hery Susianto,Buana Susilo,Istata
Taswin Sidharta,Lengga Nurullah, dan Sony Sasono Rahman.(bak)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar